Crash atau Hujan Badai, Tetap Gas Terus!
covid-19-ME
SSS chain
GIIAS Surabaya 2020
ROAD-RACE
01
Ags
2014

Crash atau Hujan Badai, Tetap Gas Terus!

  18600   0
Crash atau Hujan Badai, Tetap Gas Terus!
Crash atau Hujan Badai, Tetap Gas Terus!
Crash atau Hujan Badai, Tetap Gas Terus!
Crash atau Hujan Badai, Tetap Gas Terus!

SUZUKA, ME. Meskipun gagal meraih podium, tapi usaha para pembalap Honda yang berlaga di sirkuit Suzuka, Jepang, patut diacungi jempol, bradsis. Crash ataupun hujan badai gak menghalangi tekad mereka untuk bisa melewati garis finish..
 
Dimas Ekky Pratama menjadi pembalap pertama yang diturunkan oleh Makoto Tamada, Manager Honda Team Asia, untuk Suzuka 8 Hour Endurance Race di posisi 14 dengan kondisi trek yang basah. Hujan deras terus mewarnai jalannya balapan, bradsis.
 
Akibat dari cuaca buruk ini, gak sedikit insiden crash yang terjadi. Bahkan, safety car harus terpaksa masuk ke sitkui untuk membantu pembalap yang mengalami crash. Balapan juga sempat berhenti selama satu jam lantaran hujan yang makin deras dan sangat berbahaya jika diteruskan balapan.
 
DImas Ekky juga sempat masuk ke pit saat balapan, karena helmnya berembun, bradsis. Hal ini membuat posisi Honda Team Asia merosot ke posisi 64. Hebatnya, Dimas Ekky bersama pembalap Honda Team Asia lainnya, secara bergantian berhasil menyalip satu persatu pembalap yang ada di depannya hingga sampai di posisi ke-7.
 
“Melalui keikutsertaan pebalap binaan AHM di ajang ketahanan balap bergengsi Suzuka 8-Hour Endurance Road Race, kami ingin mengasah kompetensi pebalap Indonesia untuk siap bertarung di ajang balap dunia lainnya. Prestasi Dimas Ekky di keikutsertaannya yang pertama kali di ajang ini merupakan sinyal positif dari keberhasilan pembinaan kami terhadap pebalap muda Indonesia,” ungkap Agustinus Indraputra, selaku GM Marketing Planning and Analysis AHM.
 
Semua pembalap yang ikut di ajang balap nasional dan internasional adalah jebolan dari Honda Racing School, bradsis. Mereka semua adalah pembalap binaan AHM yang diturunkan pada ajang Motoprix, Indoprix, Asia Road Race Championship (Supersport 600cc dan Asia Dream Cup), Suzuka Endurance Race (2 Hour, 4 Hour, dan 8 Hour), All Japan Championship, dan Spanish Championship.
 
Tahun lalu, Dimas Ekky Pratama bersama Iswandi Muis di bawah naungan Astra Honda Racing Team untuk pertama kalinya bertanding dalam balap bergengsi Suzuka 4-Hour Endurance Road Race, di Suzuka, Jepang dan langsung mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi. Pada keikutsertaan di tahun ini, AHM menurunkan Andi Farid Izdihar berduet dengan Iswandi Muis.
 
Sebagai pebalap muda berusia 16 tahun, Andi Farid mampu memulai jalannya balapan dengan sempurna dan memimpin pebalap-pebalap tim lain hingga paruh pertama balapan. Catatan waktu terbaik pun berhasil dicetak sebesar 2:18'2.  Namun sayang, pada lap 49 atau setelah balapan berlangsung 2jam 15 menit, Andi Farid terjatuh parah di tikungan hingga membutuhkan safety car masuk ke sirkuit untuk membantunya. Meskipun demikian, Andi Farid yang merupakan hasil binaan pertama Honda Racing School AHM tetap berupaya menyelesaikan balapan bersama Iswandi Muis hingga garis finish.
 
"Dalam balapan, segala hal bisa terjadi, termasuk insiden yang tidak diinginkan. Namun kami sangat mengapresiasi semangat balap Andi Farid. Meskipun sempat terjatuh, dia tetap berupaya menyelesaikan balapan hingga garis finish. Dengan semangat dan bakat balap yang tinggi, kami yakin ke depan dapat mengantarkan pebalap muda berbakat ini mencetak prestasi lain yang membanggakan di ajang balap internasional lain," terang Agustinus Indraputra.

Text: Donny (donny@motorexpertz.com),
Photo: Istimewa
  602 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (36)
B. Yamaha WR 250 R (53)
C. Viar Cross X 250 SE (47)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !