Andalkan Viar Vortex 250, Gunadi Sukses Finish Di Himalaya
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
ME-ADVENTURE
13
Okt
2018

Andalkan Viar Vortex 250, Gunadi Sukses Finish Di Himalaya

  7079   0
Ekspedisi Solo Ride Jakarta - Himalaya
Ekspedisi Solo Ride Jakarta - Himalaya
Ekspedisi Solo Ride Jakarta - Himalaya
Ekspedisi Solo Ride Jakarta - Himalaya
Ekspedisi Solo Ride Jakarta - Himalaya
Ekspedisi Solo Ride Jakarta - Himalaya
Ekspedisi Solo Ride Jakarta - Himalaya
Ekspedisi Solo Ride Jakarta - Himalaya

HIMALAYA, ME. Ekspedisi Solo Ride Jakarta - Himalaya sukses mengukir sejarah menapaki Gunung Himalaya. Adalah Gunadi, Pentolan dari Freeriders Indonesia yang berhasil mencatatkan namanya di jajaran Bikers dunia yang berhasil mencapai batas Gunung Himalaya menggunakan sepeda motor produksi anak bangsa, Viar Vortex 250.

Gunadi mencapai batas Himalaya pada hari Minggu, 7 Oktober 2018 sekitar pukul 12.00 waktu India. Di puncak ini, Gunadi menyempatkan diri untuk mengibarkan bendera Merah Putih di batas jalan tertinggi pegunungan Himalaya, yakni Khardung La, India.

Mengusung tagline Aksi Keselamatan Jalan, Pelestarian Lingkungan Hidup, Keberhasilan Pembangunan Nasional dan Persahabatan Antar Bangsa. Gunadi telah melakukan perjalanan sejauh 15.000km sejak dilepas pada 26 Agustus silam di kantor Kementerian Perhubungan kemudian melewati Lampung dan Pekanbaru untuk menuju Port Klang Malaysia, Thailand, Myanmar, India, dan terakhir menuju Himalaya.

Gunadi menceritakan bahwa perjalanan panjang yang dilalui memang sangat sulit dan tidak mudah termasuk medan yang harus dilalui. “Tantangan serta kendala saat mulai masuk negara Myanmar, apalagi saat di India yang juga ditambah dengan tipikal masyarakatnya sangat berbeda dengan di Indonesia, syukurnya dari motor yang ditunggangi tidak mengalami kendala apapun walaupun medan jalan dan kondisi suhu sangat berbeda dengan kondisi yang ada di Indonesia” terang Gunadi.

Tak hanya itu, beberapa kali gangguan alam pun seolah menjadi ujian bagi Gunadi, seperti yang terjadi di Rohtang dan Keylong yang terus menerus diterjang hujan lebat sehingga mengakibatkan Manali diterjang banjir dan membuat jembatan yang menjadi penghubung antara Kallu dan Manali tidak dapat dilalui kendaraan berat, Namun Gunadi tetap diperbolehkan melintas setelah mendapat persetujuan dari otoritas setempat.

Setibanya di wilayah Himalaya pun dia harus merasakan cuaca yang sangat dingin atau snowfall, mulai dari Srinagar, Dras, Kargil, Leh, Khardungla, Pang, Debring, Rohtang hingga Manali di bawah 0 derajat suhunya. Seluruh bikers yang datang ke Himalaya saat ini tidak diperbolehkan masuk ke beberapa wilayah oleh pihak Militer India dengan alasan musim dingin akan membayakan, hanya beberapa bikers yang berani meneruskan perjalanannya, termasuk Bro Gunadi. “Udara di Himalaya terasa sangat dingin, tangan perih dan kepala sakit sekali karena kadar oksigen yang sangat tipis, ditambah dengan snowfall membuat jalan menjadi es jadi sulit untuk dilalui, air membeku akibat salju tebal, namun semua rintangan tersebut berhasil dilalui bersama Viar Vortex 250,” papar Bro Gunadi.

“Bangga dan haru bercampur jadi satu, saya bicara sendiri di depan plang logo Khardung-La, Keberhasilan Solo Ride Jakarta-Himalaya adalah keberhasilan Riders Indonesia, kita adalah bangsa yang besar, kuat, berani dan disegani oleh negara luar. Saya mengibarkan Bendera Merah Putih melalui jelajah dunia ini demi mengharumkan nama Indonesia di mancanegara,” tutupnya.

Text: Ichsan (ixzancuy@gmail.com),
Photo: Istimewa
  232 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (52)
C. Viar Cross X 250 SE (45)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !