Rp 250 Ribu, Cornering Makin Pede!
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
PERAWATAN
13
Sep
2016

Rp 250 Ribu, Cornering Makin Pede!

  21438   0

JAKARTA, ME. Fungsi suspensi di besutan agar dapat meredam guncangan atau getaran di roda depan dan setang. Sehingga guncangan gak langsung diterima tangan sang rider alias bisa dikurangi. Selain itu, sokbreker juga menahan roda agar tetap berada di permukaan lintasan..

“Bukan sekadar itu! Tapi, juga meningkatkan kestabilan dan memaksimalkan roda agar terus menempel di lintasan. Terutama sok depan saat mau rebah atau mau menikung, itu dibutuhkan rebound sok yang soft. Beda sama empuk lho!” papar Edi Budiyawan, pemilik bengkel AceVentura Custom daerah Margonda, Depok, Jawa Barat.

Masih menurutnya, kalo empuk itu saat sok ditekan langsung ambles dan baliknya cepat banget. Kayak lagi nikung ban belakang mental-mentul. Beda kalau soft, ketika peredam itu ada tekanan sok akan turun dan kembali atau naik secara perlahan. Layaknya sokbreker mahal dengan kualitas bagus, bradsis.

Bagi yang ingin upgrade sok depan dengan biaya terjangkau bisa simak penuturan Edi, yang sudah menerapkan ke Kawasaki Ninja 250 FI untuk dipakai harian maupun balap di sirkuit. So, gak usah beli spring alias per yang mahal, bradsis!

“Menikung jadi lebih pede alias perdaya diri. Modalnya cuma Rp 250 ribu, beres!” sahut pria berkacamata ini. Bongkar? Nyok! Melepas sok depan enggak perlu buka fairing, cukup siapkan kunci pas 22 dan 17 buat melepas roda depan.

Dilanjutkan buka sepatbor depan agar kinerja lebih gampang, lalu kedua komponen peredam alias sok dicopot dari tempatnya. Pake kunci pas 12 buat kendurin baut as sok yang diikatkan pada segitiga.

Baru deh, tarik tuh peranti peredam kejutnya. Lepas tahanan per sok dengan menekan dan mencungkil klip. Hati-hati mental klip-nya! Setelah itu, oli sok dibuang semua dan keluarkan part yang ada di dalamnya (ring penahan, selongsong per dan per sok).

Di dalam terdapat suling yang berfungsi buat mengatur keluar masuknya oli sok ketika motor digunakan. Karena redaman dari pabrik kurang enak, pria ramah ini mengecilkan lubang yang ada di suling tersebut. Besar lubang standarnya 3 mm, karena kurang yahud, jalur tersebut dikecilkan jadi 2 mm dengan cara ditambal pake las kuningan. Baru dibuat ulang lubang baru sesuai ukuran dengan mesin bor.

“Ukuran itu cukup aman dan enak. Rebound dari sok gak terlalu empuk. Sehingga ban masih menapak di aspal. Untuk amannya, kapasitas oli sok cukup memasukkan 250-350 ml setiap tabung sok,” jelas Ayah satu anak ini.

Nah, kalau sudah selesai, jangan lupa untuk kembali dirakit dengan cara kebalikan dari membuka. Eits, saat memasukkan per sok, harap diperhatikan, ya! Ukuran diameter per itu berbeda, untuk di atas 29,5 mm dan bawah 28 mm. Setelah itu tinggal rasakan perubahannya.

Gimana, gurih-gurih nyoy, kan?!

AceVentura Custom : 0821-13394893

Text: Teguh (teguh_028@yahoo.co.id),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Teguh
  514 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (52)
C. Viar Cross X 250 SE (46)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !