Kaleidoskop 2015: Berita Duka Balap Nasional Warnai Tahun 2015
Corporate Banner
SSS chain
GIIAS Surabaya 2020
ME-SPORT
28
Des
2015

Kaleidoskop 2015: Berita Duka Balap Nasional Warnai Tahun 2015

  13304   0
Kaledioskop Balap Nasional 2015
Kaledioskop Balap Nasional 2015

JAKARTA, ME. Tahun 2015 sebentar lagi bakal berakhir, bradsis. Sepanjang tahun ini pun selain beberapa prestasi yang membanggakan juga terselip berita duka dari beberapa pelaku balap di Tanah Air. Berikut rangkuman berita duka balap nasional sepanjang tahun 2015..

Imanuddin (19 Februari 2015)

Pembalap legendaris nasional di era tahun 1990-an ini mempunyai banyak prestasi di kelas underbone 2-tak dan 4-tak kala itu, bradsis. Dengan gaya balap dan rolling speed yang rapih, selain dijuluki 'Mr. Flamboyan', dirinya juga dijuluki sebagai 'King of Sentul'.

Selama masa pensiunnya, Imanuddin juga sempat membuka speedshop D2 Racing dengan produknya yang terkenal knalpot carbon lokal pertama yang tersedia untuk motor 4-tak, bradsis.

Pada tanggal 19 Februari 2015, pembalap dengan nomer start #18 ini pun menghembuskan nafas terakhir di kediamannya di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Cendy Gerry (12 Mei 2015)

Juara dragbike kelas Matic 200cc ini menghembuskan nafas terakhir karena mengalami kecelakaan fatal saat men-setting motor balapnya di sekitaran bengkel miliknya di daerah Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dragster yang namanya melambung sejak bergabung dengan tim Tomo Speed Shop (TSS) juga sempat membuat tim balap sendiri dengan nama Cen’Speed Racing.

Kecelakaan yang dialami oleh Cendy Gerry di tanggal 12 Mei 2015 ini pun memberi pelajaran bagi kita semua agar tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan baik motor maupun pengendaranya.

M. Fadli Imammudin. (7 Juni 2015)

Pembalap dari tim Astra Honda Racing Team (AHRT) ini kembali turun di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2014 untuk menggantikan almarhum Denny Tiyugo yang meninggal dunia saat free practice seri 3 Indoprix 2014.

Honda memilih M.Fadli karena terbukti sebagai pembalap yang tangguh di kancah nasional maupun internasional. Pada tahun 2015, sayangnya kecelakaan fatal dialami oleh M. Fadli pada ARRC 2015 seri 2 yang berlangsung di sirkuit Internasional Sentul tanggal 7 Juni 2015 lalu.

Pembalap AHRT ini ditabrak oleh Jakkrit Sawangswat asal Thailand saat melakukan selebrasi juara dari arah belakang. Cidera parah di bagian kaki kirinya pun mengharuskan dirinya menjalani operasi serius di rumah sakit, dan hingga saat ini masih dalam tahap terapi penyembuhan. Semoga lekas sembuh dan bisa mewarnai kembali kancah balap di Tanah Air.

Vehan Putra (27 Desember 2015)

Meskipun hanya sebagai penonton, Awak crew tim balap ini juga bisa disebut pelaku balap nasional, bradsis. Insiden terjadi di gelaran balap penutup akhir tahun di ajang IRC NHK Honda Road Race & Supermoto 2015 di Ponorogo, Jawa Timur. Vehan Putra langsung ambruk dan meninggal dunia hari itu juga tanggal 27 Desember 2015 akibat dadanya terkena magnet yang terlepas.

Insiden bermula saat motor Honda BeAT milik pembalap Juni AS jebol. Juni yang saat itu memimpin jalannya balap tiba-tiba kruk as-nya patah, dan magnet terlepas ke arah penonton mengenai Vehan Putra.

Semoga tahun 2016 nanti dunia balap nasional bisa diwarnai lebih banyak prestasi dibanding berita duka, bradsis..

Text: Ichsan (ixzan.motorexpertz@gmail.com),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Dok. ME
  516 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (52)
C. Viar Cross X 250 SE (46)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !