Premium Diganti Pertalite, Setuju Sih, Tapi Apa Semudah itu?
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
ME-UPDATE
22
Apr
2015

Premium Diganti Pertalite, Setuju Sih, Tapi Apa Semudah itu?

  15651   0
Premium Diganti Pertalite, Setuju Sih, Tapi Apa Semudah itu?
Premium Diganti Pertalite, Setuju Sih, Tapi Apa Semudah itu?

JAKARTA, ME. Desas-desus Pertalite sebagai pengganti Premium mulai melebar, hanya satu yang terlintas di benak seluruh Tim ME, apakah dengan adanya Pertalite akan menghilangkan atau meringankan beban atau malah menjadi "mainan" baru buat mafia migas? Terlalu dini memang untuk menarik asumsi yang beredar, bradsis. Sebab beban subsidi yang digelontorkan negara nilainya cukup fantastis. Untung Tim ME ada sedikit koneksi ke Komisi 7 yang emang spesial membahas tentang ini, tapi sayangnya Beliau ogah ngetop..
 
Wacana Pertamina untuk meluncurkan Pertalite (RON 90) dilatarbelakangi rekomendasi dari Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang diketuai oleh Faisal Basri pada Desember 2014 lalu. Tim Reformasi Tata Kelola Migas secara resmi mengeluarkan enam rekomendasi mengenai penghapusan BBM jenis premium dengan nomor oktan (RON) 88.
 
Enam poin yang direkomendasikan Tim Reformasi Tata Kelola Migas kepada pemerintah adalah:
1. Menghentikan impor RON 88 dan gasoil 0,35% sulfur serta menggantikannya masing-masing dengan impor RON 92 dan gasoil 0,25% sulfur. 
2. Produksi minyak solar oleh kilang di dalam negeri ditingkatkan kualitasnya sehingga setara dengan gasoil 0,25% sulfur. 
3. Mengalihkan produksi kilang domestik dari bensin RON 88 menjadi RON 92. 
4. Memberikan subsidi tetap untuk bensin (RON 92). 
5. Memperhatikan kebutuhan minyak solar untuk transportasi publik dan angkutan barang untuk kepentingan umum, kebijakan subsidi untuk minyak solar dapat tetap menggunakan pola penetapan harga. 
6. Pilihan kebijakan terkait dengan pengalihan produksi kilang domestik sehingga seluruhnya dapat memproduksi bensin RON 92.
 
Nah, kan jadi ajaib nih brad n sist jika rencana PT Pertamina untuk meluncurkan Pertalite (RON 90) berdasarkan rekomendasi tersebut, maka alasan tersebut tidak dapat diterima, mengingat Tim Reformasi Tata Kelola Migas merekomendasikan penggunaan RON 92 sebagai pengganti Premium (RON 88).
 
Gosipnya, Pertalite itu adalah Premium yang ditambahkan oktan booster juga ajaib nih. Jika Pertalite merupakan hasil campuran (blending) antara BBM RON 88 dengan RON 92, proses ini tentu butuh waktu, tenaga, dan biaya tersendiri. Bisa jadi hasilnya lebih mahal dibandingkan menghapuskan RON 88 dan langsung beralih ke RON 92. Dengan demikian timbul pertanyaan, apakah dengan meluncurkan Pertalite biaya yang dihabiskan lebih efektif dan efisien daripada langsung mengganti Premium ke Pertamax?
 
Berapa harganya juga udah pasti jadi pertanyaan utama yang gak bakal lepas, bradsis. Pasalnya, Malaysia menjual RON 97 dengan harga 2.25 RM atau setara Rp 8000. Dengan demikian, seharusnya harga jual Pertalite dapat lebih murah dari harga RON 97 milik Malaysia. Kalo emang berubah jadi RON 90, harga pasti lebih tinggi dari Premium, tapi lebih rendah dari Pertamax, harganya bisa jadi ada di kisaran Rp 7800 untuk Pertalite ini, bradsis.
 
Dari tim redaksi ME sendiri, setuju dengan penghapusan Premium dan diganti dengan (apapun itu namanya) yang punya nomor oktan (RON) lebih tinggi. Pasalnya, dengan RON yang rendah jelas membuat proses pembakaran di dalam mesin tidak optimal, bradsis. Pasti brad n sist sendiri juga udah pernah ngerasain kan bedanya pakai Premium dengan Pertamax di motor kesayangannya..

Text: Iman (iman@motorexpertz.com),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Dok. ME
  383 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (52)
C. Viar Cross X 250 SE (45)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !