Lika-liku Regulasi MotoGP (Bagian 1)
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
ME-SERIAL
13
Mar
2014

Lika-liku Regulasi MotoGP (Bagian 1)

  13784   0
Lika-liku Regulasi MotoGP (Bagian 1)
Lika-liku Regulasi MotoGP (Bagian 1)
Lika-liku Regulasi MotoGP (Bagian 1)
Lika-liku Regulasi MotoGP (Bagian 1)
Lika-liku Regulasi MotoGP (Bagian 1)
Lika-liku Regulasi MotoGP (Bagian 1)
Lika-liku Regulasi MotoGP (Bagian 1)
Lika-liku Regulasi MotoGP (Bagian 1)
Lika-liku Regulasi MotoGP (Bagian 1)
Lika-liku Regulasi MotoGP (Bagian 1)

JAKARTA, ME. Makin ke sini, MotoGP makin banyak perkembangannya bradsis. Gak cuma dari segi teknologi dan motor-motornya aja, tapi peraturan pun terus berubah mengikuti perkembangan yang terjadi. Gak sedikit pihak yang bingung dengan peraturan-peraturan baru yang disahkan. Tentunya, peraturan ini juga menuai pro dan kontra dari berbagai pihak.
 
Pada MotoGP 2014 ini, Carmelo Ezpelata selaku CEO Dorna mengumumkan adanya peraturan baru, yaitu penambahan kategori pada kelas MotoGP. Di dua musim yang lalu, ada yang namanya Claiming Rule Team (CRT). Masuk tahun 2014, CRT diganti menjadi Open.
 
Kategori Open cukup berbeda dengan CRT, karena sebagian dari mereka ada yang menggunakan mesin prototype versi produksi yang dijual oleh Yamaha dan Honda. Mesinnya sendiri merupakan downgrade dari motor-motor tim pabrikan, contohnya tidak adanya girboks seamless.
 
Dorna mewajibkan semua tim Open untuk pake ECU standard buatan Magneti Marelli. Meskipun begitu, tim-tim Open juga dikasih keuntungan bradsis. Mereka bebas pake mesin berapa aja dalam satu musim, jumlah bahan bakar dijatahi 24 liter untuk sekali balapan, dan juga pemilihan ban dengan tipe yang lebih soft.
 
Nah, selain kategori Open, masih ada kategori Factory (pabrikan). Di sini gak cuma tim yang bener-bener pabrikan aja yang masuk ke kategori Factory, tapi tim satelit pun juga termasuk. Untuk kategori Factory, semua-semuanya dibatasi bradsis. Penggunaan mesin dalam satu musim cuma boleh lima, kapasitas bahan bakar untuk sekali balapan cuma boleh 20 liter, dan tentunya gak diijinin untuk pake ban dengan tipe yang lebih soft. Tapi, mereka boleh pake software yang mereka kembangin sendiri.
 
Dengan segala keuntungan yang ada di kategori Open, Ducati yang sekarang ini lagi ngejar target untuk mengembangkan motor mereka pun akhirnya beralih ke Open. Dengan masuk Open, mereka bisa ngembangin mesin selagi musim 2014 ini berjalan, karena penggunaan mesinnya gak dibatasi bradsis. Dengan begitu, pengembangan bakal lebih cepat berjalan.
 
Melihat hasil sesi tes, beberapa pembalap kategori Open ini cukup kompetitif. Dari catatan waktu, mereka cukup bersaing ketat dengan para pembalap pabrikan. Contohnya, Aleix Espargaro dengan FTR-M1 dan Cal Crutchlow dengan Desmosedici GP14.
 
Menanggapi hal ini, Dorna ngeluarin satu regulasi lagi, yaitu kategori Factory 2. Kategori ini posisinya ada di antara Factory dan Open bradsis. Mereka bakal dijatahin bahan bakar sebanyak 22,5 liter dan penggunaan mesin yang dijatahin sebanyak 9 mesin.
 
Lalu siapa yang termasuk Factory2? Mereka adalah tim di kategori Open yang jika musim ini mereka berhasil menangin balapan atau minimal dua kali berhasil raih podium kedua atau ketiga. Kalo sampe ada tim yang bisa sesukses itu, maka mereka akan dipaksa untuk masuk ke Factory 2. Tentunya, dengan regulasi yang udah ME sebutin tadi bradsis.

Text: Donny (donny@motorexpertz.com),
Photo: Courtesy of motogp
  693 Votes

Artikel Terkait

  81811   0
11
Feb
2015
Pulang Malem Sendiri? Kenapa Enggak?
  73575   0
09
Feb
2015
Awas, Begal Merajalela!
  132489   0
19
Des
2014
Evolusi Riding Style di MotoGP - Part 2
CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (52)
C. Viar Cross X 250 SE (45)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !