Tarikan Scoopy FI Lebih Responsif
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
ME-TEST
07
Feb
2013

Tarikan Scoopy FI Lebih Responsif

  25438   0

Jakarta, ME. Launching Scoopy FI yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta Convention Center (JCC) (6/2), Senayan, Jakarta, berlanjut ke sesi test ride di Parkir Timur Senayan. Penasaran nih, AHM bilang tarikan Scoopy FI lebih responsif dibanding Scoopy lama. Bener gak yah..

 

****

Sama kayak waktu test ride BeAT FI nih tempatnya, lintasannya pun gak berubah bradsis. Tetep ada sedikit bumpy dan tidak mulus, slalom, dan trek lurusnya. Lintasan kayak gini lumayan pas nih buat ngejajal gimana rasanya Scoopy FI yang baru. Tapi bukan untuk ngetes seberapa irit dan tops speednya yaa, kalo itu sih mesti ME bawa jalan-jalan lebih jauh lagi.

Seperti biasa, sebelum test ride wajib hukumnya pake safety gear dulu bradsis. Mulai dari pelindung tangan, pelindung kaki, helm, dan sarung tangan. Pilih-pilih motor yang warnanya paling kece, puter kunci, langsung pencet starternya. Suaranya halus banget. Udah gitu lampu utama juga langsung nyala, kan udah pake AHO (Automatic Headlight On) juga. Udah gitu, joknya yang luas juga bikin duduk makin nyaman. Posisi kaki juga lebih leluasa dibanding Scoopy yang lama.

Desain
Secara desain, bisa dibilang kesan jadul atau retronya emang dapet, lah. Toh, emang dari versi karbunya, perubahan desain kagak terlalu radikal bradsis. Cuma emang yang ini lebih modern lagi. Kelihatan dari desain headlamp projectornya, sein sama lampu belakang. Emang sekilas seperti buritan Suzuki Let's, lantaran sein belakang bukan model baplang tapi nyatu ke bodi. Buat brader n sista yang emang pengen tampil beda, unik dan penyuka nuansa retro bisa jadi langsung jatuh hati. Apalagi pilihan-pilihan warnanya emang gak biasa. Kombinasi kelirnya sih, ngegemesin (baca di sini).

Penilaian Tim ME: 8, enak dilihat, unik dan eye catching

Handling
Pertama ngelewatin lintasan jalanan rusak. Suspensinya lumayan lembut, kebantu juga dengan joknya yang empuk. Sehingga nuansa nyaman tetep kerasa. Pokoknya bokong sama punggung gak akan teriak-teriak kalo lewatin jalanan aspal yang rusak. Iyalah, besutan bergaya retro kan emang bukan buat kebut-kebutan. Tapi dibawanya nyatai n rada-rada pamer dikit, bradsis.

Abis lewatin lintasan rusak, selanjutnya adalah lintasan zig-zag. Dirasa-rasa, handling Scoopy FI cukup enak, gak terlalu jauh beda sama yang lama. enteng, nurut. Toh, bobot motornya cuma 96 kg (kondisi kosong. Kalo pun isi gak lebih dari 100 kg). Ya itu, secara dimensi dan bentuk juga kagak berbeda jauh sama versi karbunya, bradsis. Dengan PxLxT:  1.856 x 694 x 1.060 mm, si Scoopy FI tetep friendly, kok.  Secara keseluruhan, Scoopy FI tetep lincah lah. Lintasan zig-zag udah dilewatin, berikutnya u-turn alias putbal alias puter balik. Gak ada masalah saat puter balik, jarak ke tanah yang agak rendah ini bikin pijakan pas muter balik lebih pasti.

Penilaian Tim ME: 8, selain enteng, gesit, juga stabil.


Riding Position

Kayak disinggung di atas, skutik retro ini emang mikirin banget yang namanya kenyamanan. Pastinya enggak bikin cepet pegel. Jangkauan tangan ke setang, kaki menekuk di dek, juga cukup akomodatif. Kebetulan tester ME memang berbodi imut (165 cm), sudah pasti posisi duduk enggak ada masalah. Tapi buat motorexpertiz yang posturnya 170-an juga masih terbilang akomodatif. Tak ada kendala berarti. Ruang dek atau lantai juga lebar, kok. Gak bikin dengkul mentok kompartemen depan, asalkan posisinya diatur senyaman mungkin.

Penilaian Tim ME: 8, duduknya nyantai, semua peranti mudah dijangkau dan dioperasikan

Performa

Okeh, tadi kita udah ngomongin soal desain sama posisi duduk. Pasti yang mau ditanyain, gimana tenaganya? Semula, ME ngira, dengan digantinya sistem karbu jadi injeksi, tenaga dan akselerasinya bakal kedodoran. Bukannya suudzon, bradsis. Karena yang namanya modul injeksi sistem kerjanya sering dituding lebih lemot dari versi karbu. Tapi nyatanya enggak juga, tuh. Untuk versi Scoopy PGM-FI ini akselerasinya justru sedikit galak. 

Gitu juga waktu ME pelintir gas lebih napsu dikit, tepatnya di trek yang agak panjang, si Scoopy injeksi langsung bereaksi agresif. Oh ya, hasil tes AHM, akselerasinya sempet terdata 0-200 meter itu sekitar 13,10 detik. Sedang yang versi karbu untuk jarak sama, waktunya sekitar 13,50 detik. Lumaya, lebih cepet 0,40 detik.

Intinya, yang dirasain sama tester ME sih, tarikannya lebih ngisi. Emang betul kalo dibilang tarikan Scoopy FI ini lebih responsif. Kebukti, dari hasil tesnya tim riset AHM juga menunjukkan perbedaan antara Scoopy lama dengan yang baru ini. Untuk top speed, menjadi 90 km/jam. Sedang yang tipe karbu itu 89 km/jam.Buat diandelin di dalam dan luar kota, rasanya bisa banget, kok bradsis.

Penilaian Tim ME: 8, lebih ngisi, padat dan pastinya tenaga Scoopy FI lebih agresif.

Konsumsi BBM

Udah sempet ME singgung, kalo Scoopy injeksi ini gak cuma performa yang berubah. Tapi, di soal konsumsi bahan bakar juga lebih baik. Malah boleh dibilang, cukup signifikan kalo dibanding - lagi-lagi - sama versi karbunya, bradsis. Kalo dulu seliter cuma bisa 44,5 km, sekarang bisa 56 km per liternya. Artinya, ada efisiensi sekitar 26 persen. Tuh, lumayan kan, selain tenaga Scoopy FI lebih responsif, full fitur, juga lebih irit bensin. Waktu pengisian bensin, bisa lebih lama nih, bradsis. Heheheh..

Penilain Tim ME: 8, tergolong irit banget buat skutik berkapasitas 110 cc sih. 

Fungsi Rem
Remnya cukup responsif dan ngegigit. Terutama rem belakangnya bradsis, lebih pakem nih. Waktu ME tarik tuas rem belakang, bannya langsung ngepot. Terasa beda dibanding waktu ME nyobain BeAT FI. Kalo skutik ini ditambahin Combi Brake System (CBS) pasti kastanya langsung naik ke kelas skutik high end nih bradsis.

Penilaian Tim ME: 8, Overall sih remnya paten, bradsis. Cukup buat skutik berkapasitas 110 cc

Fitur dan Teknologi

Buat poin ini, di sini ME gak akan banyak membahas kelebihan dan kekurangannya. Karena di tulisan sebelumnya udah dijembrengin secara lengkap. Tapi yang paling kentara buat versi terbarunya ini, Scoopy emang punya banyak kelebih. Paling menonjol ya sistem pasokan bahan bakar yang udah injeksi, desain stylish dan sporty, pilihan warna menggoda dan bervariatif, punya bagasi lebar, tombol pembuka jok, headlam dan stoplamp lebih manis. Pokoknya komplet, dah.

Penilaian Tim ME: 8, cukup mewah dan berkelas untuk skutik retro 

 

Value for Money

Kalo poin ini, yang dipertimbangkan emang antara harga jual yang dipatok Rp 13,9 juta on the road Jakarta, dibanding fitur, teknologi dan desain, bisa dibilang Scoopy FI ini cukup berlebih. Toh, kalo kita bandingin sama versi karbu yang dipasang harganya Rp 13.750.000, berarti ada kenaikan sekitar Rp 150 ribu. Kebayang gak bradsis, dengan segudang value yang ditawarkan? Rasanya cukup kebayar lah... Bisa dibilang, AHM kelewat royal ngasih fiturnya. Tapi bisa jadi ini emang strategi tim marketing AHM untuk memenangkan persaingan untuk memenangkan pertarungan skutik di kelas retro. Begitu kan Pak Loman? Asalkan jangan di tengah tahun tiba-tiba harganya naek jadi Rp 14 jutaan aja. Huhuhuu...


Kesimpulan

Dari hasil test ride sejauh ini, ME mau nyimpulin bahwa skutik ini gaul banget bradsis. Cocok buat brader n sista yang masih muda dan berjiwa muda. Mau dipake kenceng siap, mau dipake santai juga siap. Fitur-fiturnya bener-bener ngemanjain pengendaranya dengan kemudahan dan kenyamanannya. Dari tarikannya sendiri, akselerasinya emang bagus, tenaga yang responsif dipadu fungsi rem yang baik, aman lah pokoknya.


Spesifikasi Scoopy FI:
Dimensi
Panjang x Lebar x Tinggi: 1.856 x 694 x 1.060 mm
Jarak Sumbu Roda: 1.256 mm
Jarak Terendah ke Tanah: 140 mm
Berat Kosong: 96 kg
Kapasitas Tangki: 3,7 liter

Mesin
Tipe Mesin: 4-Langkah, OHC, pendinginan dengan kipas, Volume Langkah: 108 cc
Sistem Bahan Bakar: Injeksi (PGM-FI)
Diameter x Langkah: 50 x 55 mm
Transmisi: Otomatis, V-Matic
Perbandingan Kompresi: 9,2 : 1
Daya Maksimum: 6.27 kW (8,52 PS) / 8.000 rpm
Torsi Maksimum: 8.68 Nm (0,89 kgf.m) / 6.500 rpm
Kopling: Otomatis, sentrifugal, tipe kering
Starter: Pedal & elektrik
Kapasitas Minyak Pelumas: 0,8 liter pada penggantian periodik

Rangka
Tipe Rangka: Tulang Punggung
Tipe Suspensi Depan: Teleskopik
Tipe Suspensi Belakang: Lengan ayun dengan peredam kejut tunggal
Ukuran Ban Depan: 80/90 - 14 M/C 40P
Ukuran Ban Belakang: 90/90 - 14 M/C 46P
Rem Depan: Cakram hidrolik dengan piston tunggal
Rem Belakang: Teromol
Sistem Pengereman: Standar

Kelistrikan
Busi: NGK CPR9EA-9, DENSO U27EPR9,
Sistem Pengapian: Full Transisterized, Baterai
Kelistrikan: Baterai 12V - 3,5 Ah (Tipe MF)
Lampu Depan: 35 W x 1
Lampu Senja: 3,4 W x 1

Teks & foto: Donny (donny@motorexpertz.com), Join us on fanpage & twitter: @MotorExpertz, PIN BB: 24B2AFEE

  574 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (52)
C. Viar Cross X 250 SE (46)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !